あくら: August 2013

Pages

Sunday, 25 August 2013

PERCY JACKSON & THE OLYMPIANS : THE SEA OF MONSTERS


Kisah tentang para manusia setengah dewa yang ditulis oleh Rick Riordan dalam serial Percy Jackson & the Olympians pasti sudah sering kita dengar semenjak buku pertamanya yang berjudul The Lightning Thief diangkat ke layar lebar pada tahun 2010 yang lalu. Di film ini dikisahkan bahwa ada seorang remaja penderita disleksia bernama Percy Jackson yang sebenarnya adalah anak dari salah satu dari tiga dewa yang paling berkuasa di Olympus yaitu Poseidon, Dewa Lautan. Namun, ia tiba-tiba dituduh mencuri tongkat petir milik Zeus dan diperintahkan untuk mengembalikannya sebelum batas waktu yang ditentukan dan apabila tidak maka akan terjadilah peperangan antar dewa yang akan berdampak buruk bagi manusia di bumi. Kedua hal itu menyebabkan Percy “diungsikan” ke sebuah perkemahan khusus bernama Camp Half Blood, dimana  para anak setengah dewa, Demigods, dan para makhluk pengawalnya tinggal. Akan tetapi, ternyata yang mencuri tongkat itu adalah Luke Castellan, anak dari Dewa Hermes. Hal itu diketahui setelah Percy dan teman-temannya melalui serangakaian petualangan menuju Tartarus untuk menyelamatkan ibunya.  Luke meletakkan tongkat petir Zeus dibalik perisai yang ia berikan pada Percy sebelumnya. Tapi, pada saat Percy dan Annabeth, anak dari Dewi Athena, hendak pergi ke Olympus untuk mengembalikan tongkat itu, Percy harus berhadapan dengan Luke. Tetapi pada akhirnya, Percy berhasil mengembalikannya pada Zeus dan bertemu dengan ayahnya untuk pertama kalinya.
Pada tahun ini, tepatnya tanggal 22 Agustus 2013 di Indonesia, buku keduanya kembali diangkat ke layar lebar yaitu The Sea of Monsters. Kali ini Percy harus berhadapan dengan lawan yang lebih besar, yaitu ayah dari para tiga dewa besar, Kronos.
Berawal dikisahkan ketika benteng perlindungan Camp Half Blood telah melemah karena pohon Thalia yang selama ini berperan sebagai pelindung tempat itu telah diracuni dan mengakibatkan semua penghuni tempat itu khawatir karena semua monster yang ada di luar akan mudah masuk ke dalam perkemahan itu. Dan benar saja, seekor monster berwujud seperti banteng mesin memasuki perkemahan itu. Percy, Annabeth, seekor Satyr bernama Grover, Clarisse (putri Dewa Ares), dan Tyson (saudara tiri Percy yang seorang Cyclops dan baru saja diketahui Percy sesaat sebelumnya) berusaha untuk menghentikan ulah monster itu. Tetapi pada akhirnya Percy lah yang dapat menghancurkannya bersamaan dengan kemunculan sementara Luke Castellan. Luke menyampaikan sebuah ramalan yang nantinya akan melibatkan mereka berdua. Ia berniat untuk membangkitkan Kronos.
Setelah kejadian itu, Percy datang pada seorang arwah peramal untuk mendapatkan kejelasan dari ramalan itu. Peramal itu pun menyampaikan bahwa ramalan itu benar. Ramalan itu adalah bahwa Kronos akan bangkit kembali dan akan melakukan pembalasan dendam atas perbuatan ketiga anaknya yang telah mengirimnya ke Tartarus. Ia akan menhancurkan Olympus dan hal itu juga akan mengakibatkan kehancuran pada umat manusia. Pada nantinya, Kronos akan dibangkitkan oleh salah seorang Demigod dengan selembar Kain Wol. Namun pada akhirnya akan ada seorang Demigod yang berusaha untuk mengatasi dan mengembalikan Kronos ke Tartarus dengan pedangnya. Hal itu menjelaskan bahwa Luke dan Percy akan berhadapan nantinya.
Kemudian, dilakukanlah sebuah pencarian Kain Wol yang dipimpin oleh Clarisse. Mereka akan berlomba dengan Luke untuk menemukan Kain Wol tersebut sebelum. Namun, Percy dan teman-temannya berpisah dengan rombongan. Di tengah perjalanan, Grover diculik oleh sekumpulan Demigods pembelot yang bekerja di bawah perintah Luke yang akhirnya mengubah tujuan mereka yang kini adalah untuk menyelamatkan Grover terlebih dahulu. Percy, Annabeth, dan Tyson pergi menuju kapal milik Luke dan tidak menemukan Grover di sana. Mereka hanya melihat sebuah peti yang mana dari sanalah Kronos akan dibebaskan. Setelah melalui serangkaian perkelahian, akhirnya mereka bertiga lolos dan nasib buruk menhampiri mereka. Sekoci yang mereka ambil memasuki wilayah Monster Laut dan mereka pun tertelan. Ternyata Clarisse pun sudah ada di dalam perut Sea of Monster itu lebih dulu. Akankah mereka dapat keluar dari perut sang monster dan menemukan Kain Wol beserta teman mereka, Grover? Dan apakah ramalan itu akan benar-benar terjadi?
Film ini menurut saya cukup bagus. Kita bisa mengenal mitologi Yunani Kuno dengan cara yang lebih menyenangkan tentunya. Hampir semua pemerannya dapat memerankan tokoh mereka dengan baik. Meski karakter Luke kurang menakutkan bagi saya. Seharusnya Luke bersikap lebih mengancam tapi di sini tidak. Dan sebenarnya, menurut saya, alurnya terlalu cepat. Terutama pada saat Percy bertarung melawan Kronos. Satu tambahan lagi, bagi yang belum membaca bukunya (seperti saya), mungkin akan sedikit pusing dengan penuturan nama-nama tokoh dan kemunculan tokoh serta makhluk-makhluk mistis. Siapa dia, makhluk apa itu, dan lain sebagainya.
Eits, tapi ada juga hal baiknya. Saya masih ingat perkataan Hermes untuk Luke bahwa mungkin orangtua melakukan kesalahan akan tetapi hal itu bukanlah alasan untuk menghancurkan dunia. Seperti yang diketahui bahwa Luke memiliki dendam pada Hermes karena mengabaikannya. Lalu persaudaraan yang unik antara Percy dan Tyson. Saya menyimpulkan bahwa seburuk-buruknya keluargamu, mereka adalah keluargamu. Meski fisik Tyson aneh karena ia adalah seorang Cyclops dan kelakuannya aneh sehingga ia sering dikucilkan, namun ia sangatlah baik. Dan, jika dilihat dari sisi efek kameranya, menurut saya sangat bagus, ditambah lagi jika menonton dalam format 3D.. ^^v (ketauan nih ak nonton 3D)
Jadi, untuk film ini, mungkin saya beri nilai 3,5 dari 5.. But, menurut saya film ini cukup bagus untuk ditonton.

Thursday, 22 August 2013

Judul                : The Maze Runner
Nama pengarang   : James Dashner
Nama penerbit     : Penerbit Mizan Fantasi, PT. Mizan Pustaka
Tahun terbit       : November, 2011
Cetakan            : I
Bahasa             : Indonesia
Nama penerjemah : Yunita Candra
Jumlah halaman  : 532 halaman
Tebal halaman    : 2,8 cm

THE MAZE RUNNER
(Perjuangan Hidup atau Mati di antara Tempat dan Makhluk-Makhluk Misterius)


James Dashner adalah seorang penulis asal Amerika Serikat yang lahir pada tanggal 26 November 1972 di Austell, Georgia. Tetapi kini ia menetap dan menulis di Rocky Mountains. Buku pertama yang ditulisnya berjudul A Door in the Woods yang terbit pada tanggal 1 Juni 2003. Dia juga telah menerima banyak penghargaan seperti :

             1.     New York State Charlotte Award
             2.     Kentucky Bluegrass Award
                                   3.     Oregon Readers Choice Award
                                   4.     New Hampshire Isinglass Teen Read Award
                                   5.     Missouri Truman Readers Award
                                  6.     Illinois Abraham Lincoln Awrd
                                  7.     Tennessee Volunteer State Book Award
                                  8.     Arizona Grand Canyon Reader Award
                                  9.     Georgia Peach Book Award
                                 10. New Jersey Garden State Book Award

Salah satu bukunya yang akan saya bahas kali ini berjudul The Maze Runner yang telah berada pada daftar New York Times Bestseller. Berikut adalah sinopsisnya.
Setiap hari mereka harus berlari. Menyusuri lorong Maze yang berkelok-kelok di luar dinding Glade, tempat mereka tinggal, hingga senja tiba. Dan, ketika kegelapan turun, para pelari harus sudah ada di dalam Glade. Ya, pada saat itulah Griever, monster buas dan ganas, tak segan menerkam siapa saja yang masih berkeliaran didalam Maze.
Mereka bukan sekadar berlari. Itu cara mereka bertahan hidup. Dengan berlari, mereka berharap menemukan jalan keluar dari tempat terkutuk itu. Keluar untuk kembali pulang menjumpai keluarga mereka. Namun, lintasan Maze selalu berubah dari hari ke hari. Rasanya, mustahil bisa keluar dari tempat itu.
Suatu hari pintu batu pelindung mereka tak lagi menutup. Griever-griever itu bisa menyeruduk masuk kapan saja. Setiap hari, satu anak dibawa pergi dan lenyap. Satu-satunya jalan adalah bergegas keluar dari tempat itu. Namun, mereka harus melewati Maze yang membingungkan dengan sejumlah monster mengerikan di sana. Beranikah para pelari keluar dengan nyawa sebagai taruhannya? Atau, akankah justru lebih baik tetap berada di dalam menanti pencabut nyawa sambil berharap mukjizat datang tiba-tiba?
Dari segi cerita, alur ceritanya sangat menarik dan banyak pesan di dalamnya. Kepercayaan, tidak pantang menyerah, selalu menolong sesame adalah beberapa di antaranya. Tokoh-tokohnya pun memiliki karakter yang kuat. Banyak hal-hal misterius yang harus diungkap oleh para tokohnya di sini, selain jalan untuk keluar dari Glade melalui Maze. Mereka juga harus mengungkap apa yang sedang terjadi pada mereka semua.
Sejak pertama kali saya membaca buku ini, sudah banyak pertanyaan menghampiri pikiran saya. Tanpa sadar saya dibawa masuk untuk merasakan apa yang mereka rasakan, terutama sang tokoh utama, Thomas. Saya bagai diharuskan menjadi seorang detektif yang akan memecahkan semua misterinya. Petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh sang penulis diungkapkan secara bertahap melalui dialog antar tokoh dan petunjuk-petunjuk kecil yang ada di tempat itu. Dashner sangat pintar untuk mengemas cerita fiksi ilmiah ini menjadi sesuatu yang sangat menarik.
Namun, banyak kejadian mengerikan yang terjadi sehingga tanpa sadar yang membaca buku ini pasti akan mengernyit. Setiap hari mereka diliputi dengan keadaan yang jauh dari kata aman. Bahkan sejak dinding-dinding itu belum terbuka secara permanen. Meski begitu, buku ini tidak akan membuat para pembaca jenuh. Hal ini dikarenakan Dashner selalu menggugah rasa penasaran melalui setiap bab dalam buku ini.

Bagi pembaca yang sangat senang dengan cerita fiksi ilmiah, buku ini wajib dibaca. Ceritanya sangat menarik dan bagus. Para pembaca akan dibuat berdebar-debar karena banyak kejadian yang mengejutkan di dalamnya. Meskipun tahu akan dibuat terkejut dan akan kecewa karena kajadian yang akan terjadi sangat mengerikan, akan tetapi rasa penasaran para pembaca yang akan menang. Tidak heran, buku ini sekarang sudah dibuatkan filmnya dan akan tayang pada tahun 2014 nanti.