Wednesday, 19 June 2013


SHADOWHUNTER CHILDRENS RHYME

Black for hunting through the night
For death and mourning the color’s white
Gold for a bride in her wedding gown
And red to call enchantment down
White silk when our bodies burn
Blue banners when the lost return
Flame for the birth of a Nephilim
And to wash away our sins
Gray for knowledge best untold
Bone for those who don’t grow old
Saffron lights the victory march
Green will mend our broken hearts
Silver for the demon towers
And bronze to summon wicked powers

Tuesday, 18 June 2013

Dead Sleep




Judul                       : Dead Sleep (Lukisan Kematian)
Nama pengarang  : Greg Iles
Nama penerbit      : Penerbit Bentang, PT. Bentang Pustaka
Tahun terbit           : 2010
Cetakan                  : I
Bahasa                   : Indonesia
Penerjemah           : Reni Indardini dan Cahya Wiratama
Jumlah halaman   : 592 halaman
Tebal buku             : 2,7 cm

DEAD SLEEP

Greg Iles lahir pada 1960 di Stuttgart, Jerman. Dia mendirikan band Frankly Scarlett, bermain gitar untuk Rock Bottom Remainders, penulis sembilan novel terlaris New York Times, termasuk Bloody Memory dan 24 Hours, dan juga seorang penulis skenario. Dia tinggal di Natchez, Mississipi. Karya pertamanya berjudul Sapndau Pheonix yang dipublikasikan pada tahun 1993 dan menjadi novel pertama dari dua belas New York Times Best Sellers. Di tahun 2010, The Devil Punchbowl mendapat posisi pertama di daftar the Times.
Di novelnya yang berjudul Dead Sleep ini, Greg menyuguhkan sebuah cerita thriller yang begitu menakjubkan. Dengan latar belakang tempat yang sama dengan tempat dimana ia dibesarkan, Greg telah memperkenalkan tempat yang sudah begitu ia kenal dengan baik tanpa menghilangkan sense dari cerita itu sendiri. Berikut adalah sinopsisnya.
Tangan itu terjulur lunglai. Matanya mentap kosong, sementara warna kulitnya yang bak pualam justru menambah aroma kematian di sana. Masihkah sang model bernyawa saat dilukis?  Tak ada yang tahu kecuali sang pelukis.
Lukisan itu bukan satu-satunya. Beberapa lukisan serupa lainnya terpajang anggun di ruang koleksi pribadi dan museum, menebarkan kekaguman berbalut misteri. Namun, hanya ada satu orang yang menyadari kengerian sesungguhnya di balik proses pembuatan lukisan. Dia adalah Jordan Glass, seorang fotografer peraih Pulitzer yang hidupnya dibayang-bayangi luka masa lalu.
Kini, dalam sebuah ruangan yang sunyi, Jordan merasakan kebekuan mulai menjalari sekujur tubuhnya. Di hadapannya, seorang perempuan muda tergeletak pucat. Apakah perempuan itu telah mati? Apakah dia juga akan segera menyusulnya?
Sementara berbagai pertanyaan berkejaran dalam benak Jordan, sang pelukis terus mengayunkan kuasnya sembari menikmati kedua korbannya perlahan menyongsong maut. Siapakah pelukis itu? Dan, jantung Jordan nyaris berhenti saat melihat wajah sang pelukis!
Novel ini menyajikan informasi yang sangat lengkap dan mendetail. Mulai dari bidang fotografi, seni lukis, sampai sejarah. Semua berdasarkan fakta. Kemudian, pendalaman karakter Jordan di sini sangat baik sehingga pembaca dapat merasakan apa yang Jordan rasakan. Greg memukau saya dengan kisah akhir yang menegangkan serta sangat di luar dugaan.
Namun, untuk membaca novel ini, pembaca perlu berkonsentrasi penuh karena petunjuk-petunjuk yang disuguhkan secara bertahap cukup membingungkan. Maksud saya, Greg mungkin ingin menguak identitas sang pelukis di akhir cerita dan itu memang benar. Greg terlihat tidak terburu-buru untuk menguak petunjuk-petunjuk yang mengarahkan pembaca untuk mengetahui siapa sang pelukis. Meskipun begitu, bukannya membosankan, pembaca akan dibuat penasaran dengan kisah selanjutnya.
Novel ini menyajikan hal-hal yang sangat bermanfaat. Di samping informasi yang disajikan begitu detail, pembaca juga dapat mengambil pelajaran dari kisah masa lalu Jordan yang begitu memilukan namun indah. Selain itu, pembaca juga diajak untuk berpikir dalam menemukan sang pelukis seperti layaknya seorang detektif. Sensasi itu mungkin jarang dirasakan bagi sebagian pembaca. Novel ini layak dibaca bagi siapa saja yang ingin mendapatkan cerita berkualitas untuk mereka baca.  

Pemerintah Meraung, Rakyat pun Menggaung



Apa yang kini rakyat Indonesia telah pikirkan? Para mahasiswa membuat kekacauan di mana-mana yang hanya merugikan warga. Mereka beralasan bahwa mereka melakukan semua itu sebagai perwujudan dari penolakan mereka terhadap rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM. Padahal, pemerintah melakukan itu semata-mata hanya untuk menyelamatkan Negara ini dari keterpurukan.
Sebenarnya, para menteri dan presiden sendiri sudah merencanakan hal itu sejak lama. Mereka hanya tinggal menunggu persetujuan DPR-RI saja. Di pihak DPR-RI sendiri telah terjadi pergolakan yang cukup a lot. Hingga Hari Senin malam (17/6), telah diadakan voting di gedung DPR-RI. Hasil voting menyatakan bahwa harga BBM resmi akan dinaikkan.
Para mahasiswa tidak senang dengan adanya keputusan ini. Di beberapa tempat seperti Medan dan Jakarta (tepatnya di depan gedung DPR-RI), para mahasiswa ini melakukan demonstrasi yang berujung anarkis sejak para anggota DPR-RI mengadakan rapat paripurna hingga keputusan untuk menaikkan harga BBM dibuat. Bahkan, para mahasiswa di Medan merusak salah satu restoran cepat saji yang berada tepat di depan kampus mereka secara membabi buta.
Sebelumnya, aksi demonstrasi yang berujung anarkis ini juga terjadi di berbagai tempat. Para aparat setempat telah melakukan berbagai cara untuk membubarkan mereka dan tidak jarang pula beberapa aparat tersulut emosinya sehingga melakukan tindakan kekerasan pada beberapa mahasiswa.
Hal ini sangat ironis, karena pada dasarnya, para aparat dan para mahasiswa berada di posisi yang sama, sama-sama rakyat Indonesia. Peristiwa ini mengingatkan kita pada tragedi yang terjadi pada beberapa tahun terakhir di era 90-an. Namun, keadaan saat itu berbeda. Para mahasiswa melakukan demonstrasi karena kekeliruan yang dilakukan oleh Presiden Suharto (alm) saat itu. Kali ini, para mahasiswa melakukan demonstrasi hanya untuk menyalurkan aspirasi rakyat yang tidak setuju jika harga BBM dinaikkan yang sayangnya selalu berbuntut anarkis dan malah merugikan warga sendiri.
Memang, langkah pemerintah yang diambil saat ini adalah sebuah langkah instan agar rakyat Indonesia dapat hidup lebih baik yang mempunyai sebuah kelemahan. Namun, pemerintah berpikir bahwa langkah ini cukup baik untuk dilakukan dalam keadaan negara saat ini. Sayangnya, rakyat tidak memahami tujuan dari kebijakan ini. Mereka berpikir jika harga BBM naik maka semua harga kebutuhan pokok pun akan ikut naik dan mereka tidak akan sanggup lagi bertahan hidup. Alasan inilah yang membuat mereka tidak menyetujui dengan dinaikkannya harga BBM.
Beberapa hari terakhir ini, harga beberapa bahan pokok seperti telur, cabai, bawang, dan lain sebagainya mulai merangkak naik. Bahkan ada beberapa di antaranya yang tiba-tiba menjadi langka. Banyak kalangan menengah ke bawah yang khawatir akan kondisi ini. Ditambah lagi, dalam waktu dekat Bulan Ramadhan akan segera tiba. Hal ini membuat mereka mulai menjerit menyuarakan keluhan mereka pada pemerintah.
Dengan fenomena unjuk rasa yang terjadi saat ini, kita dapat melihat tanda-tanda bahwa kepercayaan rakyat terhadap pemerintah sudah mulai hilang. Seharusnya, rakyat percaya jika pemerintah sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Pada dasarnya, pemerintah melakukan penghapusan subsisi secara bertahap dan berharap subsidi yang diberikan tepat sasaran. Hanya saja, langkah pemerintah ini tidak rakyat pahami dengan baik sehingga yang rakyat ketahui adalah harga BBM akan naik.
Rasa saling percaya di antara rakyat dan pemerintahan sangatlah penting. Jika rasa percaya itu sudah hilang, maka tidaklah mustahil jika negara ini akan runtuh. Kita, sebagai rakyat Indonesia, tidak boleh membiarkan hal itu terjadi. Kita tidak boleh menyia-nyiakan perjuangan para pahlawan kita terdahulu yang rela mengorbankan nyawanya hanya untuk kemerdekaan negeri ini. Maka, bangunlah rasa kepercayaan di antara rakyat dan pemerintahan dan jangan sekali-kali menyalahgunakan kepercayaan itu.

Monday, 17 June 2013

The Fault in Our Stars





Judul                       : The Fault in Our Stars (Salahkan Bintang- Bintang)
Nama pengarang  : John Green (@realjohngreen)
Nama penerbit      : Penerbit Qanita, PT. Mizan Pustaka
Cetakan                  : II
Tahun terbit           : 2013
Bahasa                   : Indonesia
Penerjemah          : Ingrid Dwijani Nimpoeno
Jumlah halaman  : 424 halaman
Tebal buku            : 2,6 cm



NOVEL BRILIAN BUAH KARYA JOHN GREEN

John Green adalah penulis terlaris New York Times dan pemenang penghargaan , dengan banyak penghargaan antara lain Printz Medal, Printz Honor, dan Edgar Award. Dia telah dua kali menjadi finalis LA Times  Book Prize. Bersama saudara laki-lakinya, Hank, John adalah setengah dari Vlogbrothers (youtube.com/vlogbrothers), salah satu proyek video online terpopuler di dunia.
Kini, di dalam novel fiksinya yang berjudul “The Fault in Our Stars”, ia mencoba membuktikan bahwa cerita khayalan juga dapat bermakna.
Mengidap penyakit kanker saat berusia 16 tahun pastilah terasa sebagai nasib sial. Itulah yang dialami Hazel Grace. Penyakitnya itu mengharuskannya memakai selang yang terhubung ke sebuah tabung oksigen setiap saat. Sudah begitu, ibunya terus memaksanya bergabung dengan kelompok penyemangat penderita kanker. Padahal, Hazel malas sekali.
Tapi, semenjak seorang cowok bernama Augustus Waters bergabung, Hazel mulai tertarik padanya dan tidak malas lagi untuk menghadiri pertemuan rutin kelompok  penyemangat kanker itu. Bagaimana tidak tertarik, Augustus, cowok cakep, pintar, yang naksir Hazel dan menawarinya pergi ke Amsterdam untuk bertemu penulis pujaannya. Bersama Augustus, Hazel pun mendapat pengalaman yang menarik dan tak terlupakan selama berada di Amsterdam di samping kekecawaannya terhadap penulis pujaannya yang ternyata adalah seorang pemabuk dan telah merendahkannya.
Namun, penyakit kanker adalah sebuah granat yang sewaktu-waktu dapat meledak dengan mudahnya. Hal itulah yang terjadi pada Augustus di saat Hazel dan dirinya baru memulai kehidupan baru mereka. Apakah Augustus akan selamat dari kankernya dengan serangkaian pengobatan yang bahkan belum teruji keampuhannya? Atau Hazel harus menerima kenyataan bahwa ia tidak akan bisa memperoleh cinta abadi karena kanker yang diderita Augustus dan dirinya?
Kisah ini tidak hanya mengenai kisah cinta yang terjadi antara Hazel dan Augustus saja. Kita juga bisa mengambil pelajaran yang berharga dari semangat dan perjuangan para penderita kanker dan keluarga mereka (yang bagaimanapun, dorongan semangat mereka sama pentingnya demi kesembuhan atau kehidupan salah satu anggota keluarga mereka), terutama Hazel dan Augustus yang berusaha untuk menciptakan momen terindah mereka meski mereka tahu bahwa kanker bisa saja meledak di saat yang bahkan tidak mereka duga. Para penderita kanker ini memiliki semangat yang abadi meski sebagian anggota tubuh mereka harus hilang akibat kanker yang menggerogotinya.
Di dalam novel ini juga, John banyak menaruh kalimat-kalimat inspiratif dan bisa dibilang kontroversi namun cukup inspirasional. Dia pintar membuat metafora-metafora melalui perkataan beberapa tokoh yang diciptakannya, terutama Augustus Waters. Lelucon-lelucon yang diciptakan pun cerdas. John meletakkan semuanya pada tempatnya. Hal ini membuat kita tidak mudah bosan membacanya. Dengan novel ini, kita dapat mengetahui bahwa kita harus melakukan hal terbaik yang bisa kita lakukan selama kita masih hidup sekalipun hidup yang kita miliki sangat singkat dibandingkan dengan orang-orang lainnya.
Mungkin, di novel ini ada sebuah kelemahan kecil, namun bagi saya, saya tidak melihat kelemahan itu. Saya justru mendapat inspirasi dan semangat dari novel ini karena sejujurnya saya mengalaminya di kehidupan nyata meski yang saya hadapi bukanlah kanker, namun sama-sama mematikan dan belum ada obatnya.
Ditutup dengan kisah yang mengharukan dan sebuah eulogi untuk Hazel yang ditulis oleh sang kekasih sendiri, novel ini sungguh menerangi jiwa bagi pembaca yang membutuhkannya. 

Sunday, 16 June 2013

Review Man of Steel



Saya rasa semua orang sudah tahu dengan tokoh superhero yang satu ini. Ya, dia adalah Superman. Kali ini saya akan membahas tentang film Superman terbaru yang diberi judul Man of Steel.
Awal kisah diceritakan Jor-El yang sedang membantu sang istri, Lara, dalam melakukan persalinan. Mereka memberi nama bayi mereka, Kal-El. Di saat yang sama, planet tempat mereka hidup yang bernama Krypton sedang dilanda ketidakstabilan. Oleh karena itu, orangtua Kal-El menaruh harapan besar pada sang anak.
Suatu saat, muncul Jenderal Zod beserta pengikutnya yang hendak membasmi orang-orang yang menurutnya tidak pantas untuk dipertahankan. Mereka menyerang para leluhur di depan Jor-El. Tetapi Jor-El tidak sepaham dengan cara berpikir Zod yang begitu brutal sehingga ia pun kabur ke bentengnya dan segera mempersiapkan peluncuran sang anak ke salah satu bintang yang ada di galaksi bersama istrinya. Akhirnya, mereka memutuskan untuk mengirim Kal-El ke bumi.
Saat peluncuran hendak dilakukan, Jor-El  meletakkan codex, sebuah alat yang merupakan sumber kehidupan planet Krypton yang ia curi sebelumnya, di kapsul peluncuran anaknya. Di saat peluncuran berhasil, Zod membunuh Jor-El di benteng Jor-El sendiri.
Bertahun-tahun kemudian, dikisahkan seorang anak bernama Clark Kent yang mengalami hal aneh. Penglihatan dan pendengaranya sangat tajam sehingga merusak fokusnya. Kemudian, di usia remajanya, ia dapat mendorong bis sekolahnya yang tenggelam ke dalam air. Beberapa temannya melihatnya, namun hal itu tetap sulit dipercaya oleh orang dewasa. Clark selalu dikucilkan oleh teman-temannya, bahkan hingga ia beranjak dewasa. Ia tidak pernah membalas perbuatan mereka dengan kekerasan karena ia selalu diingatkan oleh sang ayah, Jonathan Kent.
Suatu hari, sang ayah memberi tahu Clark bahwa ia menemukannya berada di sebuah kapsul yang jatuh tak jauh dari rumahnya. Hal ini ia lakukan karena Clark begitu tertekan dengan kondisi dirinya yang berbeda dengan orang-orang lainnya. Oleh karena itu, selanjutnya, Clark melakukan perjalanan seorang diri setelah sang ayah meninggal dunia akibat diterpa angin topan yang terjadi di depan matanya.
Hingga tiba saat ia dan seorang reporter peraih penghargaan Pulitzer, Lois Lane, di sebuah kamp penelitian di kutub. Mereka bertemu untuk pertama kalinya di sebuah pesawat asing yang terkubur di dalam es. Namun, Lois mengenal Clark sebagai Joe (nama samaran Clark).
Setelah kejadian itu, Lois mengadakan penyelidikan terhadapnya sedangkan Clark tetap di pesawat . Clark telah mengetahui semua tentang masa lalunya selama dia di sana. Teknologi di dalam pesawat memungkinkan Clark untuk bertemu sang ayah, Jor-El, meski Jor-El sendiri  sudah tiada. 
Lois menemukan nama asli Joe dan mengunjungi rumahnya. Ia mengunjungi makam Jonathan dan ternyata Clark pun berada di sana. Mereka mengadakan percakapan di sana. Percakapan ini lah yang membuat Lois berhenti menginginkan ‘superman’ untuk dipublikasikan.
Suatu hari, Zod muncul dan mengirim sinyal ke seluruh penduduk bumi melalui layar untuk menyerahkan salah satu orang dari bangsanya yaitu Kal-El. Jika tidak, bumi dalam bahaya. Clark melihatnya dan dilanda kebingungan. Akhirnya, ia memutuskna untuk menyerahkan diri. Tanpa disangka, Zod ingin membawa Lois juga. Namun Clark tidak dapat berbuat banyak. Dan ternyata udara di bumi dan di planet Krypton sangatlah berbeda dan itu membuat Clark kewalahan karena bagaimanapun juga ia dibesarkan di bumi.
Clark dan Lois dalam bahaya. Namun, akhirnya mereka dapat keluar dari pesawat berkat bayangan Jor-El. Pada dasarnya, pesawat yang digunakan Zod adalah pesawat rancangan Jor-El.
Selanjutnya, Zod dan pengikutnya memasang pos mereka di kedua kutub. Mereka mencoba menguasai bumi dan mengubahnya menjadi planet Krypton. . Bumi dalam bahaya. Tetapi, langkah mereka terhenti karena mereka tidak memiliki codex. Mereka tidak mengetahui bahwa partikel codex sudah berada di dalam sel-sel yang ada pada tubuh Clark. Manusia dan Clark bekerja sama untuk menghadapinya. Namun, hal itu menambah korban yang lebih banyak lagi di pihak manusia. Semuanya bergantung pada Clark, sang Superman.
Apakah upaya penyelamatan bumi dari Zod dan kawan-kawan oleh manusia dan superman akan berhasil? Bagaimanakah kisah akhirnya? Superman sudah tayang hari ini sejak 13 Juni lalu di bioskop-bioskop kesayangan anda. Di film ini, superman diperankan oleh aktor berkebangsaan Inggris yang bernama Henry Cavill, lalu ada Amy Adams sebagai Lois Lane, Russel Crowe, Michael Shannon, Diane Lane, dan masih banyak lagi. Kita juga akan melihat Laurence Fishburne sebagai Perry White, sang pemimpin Daily Planet di sini. Mari tonton!
Film arahan Zack Snyder ini sangat lengkap. Saya sampai bingung untuk membuat sinopsisnya. Begitu banyak cerita penting di film ini sehingga saya tidak tega menghilangkan beberapa di antaranya sebenarnya. Film ini sangat berbeda dengan film-film superman sebelumnya. Di sini lebih banyak adegan actionnya dan pergulatan emosi Clark yang begitu terasa. Terima kasih, Zack Snyder!
Saya rasa Henry Cavill sangat cocok memerankan Clark. Di sini, superman begitu terlihat berkharisma dan berwibawa. Berbeda dengan superman-superman sebelumnya yang terlihat culun. Dan kisah cintanya pun tidak begitu difokuskan karena yang difokuskan di sini adalah Kal-El sendiri. Di sini, tujuan superman begitu jelas artinya film ini sangat berkualitas karena mengajarkan aspek moral pada penonton. Dan ada beberapa cerita serta properti film yang berbeda dengan cerita yang sebelumnya sudah kita hafal dengan baik. Salah satu contohnya, jika sebelumnya kita tahu bahwa Lois dan Clark bertemu di Daily Planet, tempat mereka bekerja, namun di sini, mereka bertemu bahkan sebelum Clark bekerja di Daily Planet. Clark diceritakan baru bekerja di Daily Planet di akhir adegan. Untuk properti, selain kostum yang berbeda, planet Krypton yang kita kenal dengan nuansa kaca, di sini kita melihat benda metal di mana-mana. Wow!
Sejujurnya, sebagai seorang movie lover, saya sangat suka dengan film ini. Saya tidak pernah melepaskan pandangan saya saat menonton ini. Begitu menakjubkan! Baik dari segi cerita maupun dari segi adegan. Saya sulit untuk melupakan film ini. Mungkin saya akan memberikan nilai 5 stars from 5 untuk film ini.



 Inilah penampakan planet Krypton





Kostum-kostum penduduk planet Krypton

*Sebenarnya saya ingin nge-share cuplikan adegan yang saya suka. Tapi saya takut spoiler.. hehe :p







Coming Soon


Saya berencana akan membuat review atau resensi jika sempat tentang salah satu novel  Greg Iles, yaitu Dead Sleep. So, keep waiting.. :D

Thursday, 13 June 2013

William Owen Herondale



Always love this boy… I do not know what the reason is. I just love him. But, he is a fictional character.. :’( William Owen Herondale. And, by the way, the last picture above,  are they fighting for me? Haha XD Just kidding. My heart always for Will.