Tuesday, 17 March 2026

Review: Senden Daha Güzel

 


Senden Daha Güzel merupakan sebuah serial Turki yang rilis pada tahun 2022 dengan arahan sutradara Deniz Koloş dan skenarionya ditulis oleh Ayşe Üner Kutlu. Pemain utamanya terdiri dari aktor tampan nan jangkung bernama Burak Çelik dan aktris bermata cantik Cemre Baysel. Serial ini hanya ada sekitar 14 episode dengan durasi 120 - 140 menit per episodenya.  

Pada dasarnya, serial ini mengambil genre romansa komedi dimana Burak Çelik berperan sebagai Emir Demirhan yang merupakan ahli bedah plastik dan Cemre Baysel berperan sebagai Efsun Armağan yang merupakan dokter kulit. Mereka dipertemukan dalam kondisi penuh tekanan oleh ibu kandung Efsun (Pervin Soylu) yang telah lama pergi meninggalkannya, karena mereka terpaksa harus menjadi rekanan bisnis di perusahaan ibu dan ayah Emir (Kaya), yaitu sebuah klinik Bedah Plastik di İstanbul. Persaingan mereka sebagai rekanan bisnis perlahan tumbuh menjadi ikatan cinta yang begitu indah dan diwarnai dengan kisah-kisah yang penuh tawa.

-----------------------------------Spoiler-Alarm---------------------------------

Baiklah, sekarang aku akan menceritakan sinopsisnya dari sudut pandangku sendiri.

Pada awalnya, dikisahkan Efsun yang hidup damai dengan ayahnya dan sedang melaksanakan praktiknya bersama seorang asisten, Binnur, di sebuah desa bernama Gaziantep. Efsun adalah sosok wanita berani nan ceria serta dermawan di desanya. Namun, di balik sosoknya tersebut ia menyimpan luka batin karena ibunya meninggalkan dia dan ayahnya di usia 12 tahun. Setelah itu, Pervin pergi ke İstanbul dan menjadi salah satu ahli bedah plastik terkemuka di Turki.

Efsun tiba-tiba mendapatkan kabar melalui Emir yang menemuinya di tempat praktiknya di Gaziantep bahwa Pervin berada dı ranjang kematiannya dan ingin menemui Efsun untuk terakhir kalinya. Emir mengundang Efsun ke İstanbul dan berpura-pura sebagai sopir Pervin karena tahu bahwa hubungan Efsun dan ibunya buruk.

Meskipun Efsun merasa terpaksa, akhirnya ia menerima ajakan Emir dan ikut bersamanya ke İstanbul. Namun di sana ia terkejut karena ia baru mengetahui bahwa ibunya adalah pemilik klinik Bedah Plastik terbesar di İstanbul dan ibunya tidak terlihat sesakit yang ia bayangkan. Ibunya memaksanya untuk bekerja di klinik sebagai penerusnya. Seolah-olah semua ini belum cukup, Efsun juga baru mengetahui bahwa Emir bukanlah sopir Pervin, akan tetapi putra dari rekanan bisnisnya, Kaya. Pada akhirnya, Efsun dan Emir harus bekerja sebagai rekanan bisnis di klinik orangtua mereka.

Emir Demirhan digambarkan sebagai sosok tampan yang karismatik dan bekerja sebagai ahli bedah plastik. Ia berpikir bahwa Efsun datang untuk mengambil klinik darinya. Apalagi mereka tinggal dalam satu atap dan hanya berada di lantai yang berbeda. Namun, dengan banyaknya pertengkaran, hubungan merekapun semakin dekat dan intens serta diwarnai adegan-adegan jenaka. Kedatangan sosok dari masa lalu Emir (Sevda) pun akan sedikit menambah gelombang ketegangan pada hubungan mereka.

Di akhir cerita, telah diketahui bahwa memang benar Pervin menderita tremor yang membuatnya tidak bisa melakukan operasi bedah kembali sehingga harus mewariskan kliniknya kepada sang anak. Efsun pun sebenarnya memiliki latar belakang ahli bedah seperti ibunya. Namun, apakah ia menerima tawaran ibunya tersebut? Lalu bagaimana akhir kisah hubungan Efsun dan Emir setelah kedatangan Sevda?   

Pada intinya, serial ini sangat menghibur karena akting lucu dan romantis yang ditampilkan. Bagi yang mencari tontonan ringan, serial ini merupakan pilihan yang tepat untuk kamu 😉

Viel Spaß mit dieser Serie!    

Sunday, 20 December 2020

Wednesday, 16 December 2020

Monday, 13 January 2020

Review : IP Man 4

IP MAN 4 : THE FINALE



Film Ip Man 4 : The Finale ini merupakan bagian dari seri film-film Ip Man yang sudah tayang sebelumnya. Sebagai penutup, film ini menyajikan kisah yang bisa dikatakan begitu 'hebat' dan sangat membekas di hati. Bagaimana tidak, selain adegan-adegan bela diri yang diperagakan, film ini juga memperlihatkan sisi dramanya yang memberikan cukup banyak pelajaran hidup. Saya sebagai penulis yang pada dasarnya tidak mengikuti seri film ini dari awal, dapat merekomendasikan film ini kepada kalian semua yang juga tidak mengikuti seri film ini dari awal. Karena, walaupun begitu kalian masih bisa menikmati film ini ;) 

-------------------------------------------------Spoiler-Alarm--------------------------------------------

Oke... sekarang saya akan menceritakan sinopsis film ini dari kacamata saya sendiri...

Dalam film ini, Donnie Yen, sang pemeran utama, memerankan kembali sang master Wing Chun yakni Yip Man. Namun kali ini, fakta mengejutkan menghinggapi sang master, karena ternyata sang master telah menderita kanker tenggorokan dan leher akibat kebiasaan merokoknya. Dalam kurun waktu yang sama, anak sang master telah dikeluarkan dari sekolah karena sering berkelahi di sekolahnya. Sehingga sang kepala sekolah pun menyarankan Yip Man untuk mengirimkan anaknya bersekolah di luar negeri. Kebetulan, salah satu murid Yip Man yakni Bruce Lee yang kini sudah menetap di Amerika Serikat mengirimkan kabar gembira karena ia akan membuka sekolah kung fu di Amerika dan untuk itulah Yip Man diundang ke acara pembukaan sekolah tersebut. Maka dari itu, Yip Man pun berangkat ke Amerika Serikat untuk menghadirinya sekaligus mencarikan sekolah untuk anaknya, meskipun anaknya tidak ingin bersekolah di sekolah biasa karena ia mengaku bahwa ia lebih ingin mempelajari bela diri dibandingkan bersekolah.

Sesampainya Yip Man di Amerika Serikat, ia diantar ke kantor Asosiasi Konsolidasi Kebajikan China (CCBA) yang berlokasi di wilayah "kampung China". Ia ke sana dengan maksud ingin meminta surat rekomendasi demi kepentingan pendaftaran anaknya di sekolah di Amerika. Namun sang ketua asosiasi yang juga merupakan master Tai Chi, Wan Zhong Hua, menolak untuk memberikan surat rekomendasi tersebut, kecuali dengan syarat Yip Man memberhentikan muridnya, Bruce Lee, untuk mengajarkan ilmu kung fu pada orang-orang kulit putih. Hal ini disetujui juga oleh perhimpunan para master bela diri China yang menetap di Amerika dan hal ini dikarenakan mereka percaya bahwa ilmu bela diri China hanya pantas dipelajari oleh orang-orang China saja serta mereka juga percaya bahwa orang-orang kulit putih merupakan orang-orang yang angkuh sehingga mereka tidak pantas untuk mempelajari ilmu bela diri China. Namun, Yip Man menolak untuk melakukan itu karena ia menganggap tidak ada yang salah dengan tindakan muridnya, Bruce Lee, dan oleh karena itu, ia tidak jadi mendapatkan surat rekomendasinya. 

Meskipun begitu, ia mendapatkan bantuan dari salah satu kenalan Bruce Lee untuk mendapatkan surat sejenis namun tidak sekuat surat rekomendasi. Dan benar saja, ketika Yip Man mencoba mendaftarkan anaknya dengan membawa surat itu, pihak sekolah tetap saja meminta surat rekomendasi dari ketua asosiasi. Pada perjalanan pulangnya, Yip Man melihat seorang gadis yang merupakan murid sekolah tersebut tengah dibully oleh sekelompok murid lainnya. Yip Man pun menunggu sesaat untuk melihat apakah gadis itu bisa melawan. Tapi, di saat-saat terakhir ketika si gadis sudah tidak bisa melawan, Yip Man pun membantunya dengan melawan mereka menggunakan jurus Wing Chun nya namun dengan intensitas yang tidak begitu besar sehingga hanya membuat mereka pergi dan tidak menimbulkan cedera parah. Dan tidak disangka, gadis yang telah ia tolong merupakan anak dari sang ketua asosiasi dan bernama Yonah. Menurut pengakuannya, ia dibully karena teman perempuannya yang sama-sama tergabung dalam grup cheerleader merasa iri padanya yang bisa mendemonstrasikan gerakan-gerakan baru dan hebat saat pertunjukan. 

Dalam perjalanan Yip Man di Amerika, ia tanpa sengaja menghadapi konflik dimana kaum etnis TiongHoa mengalami diskriminasi. Sehingga Yip Man pun harus mengurusi hal itu juga. Di akhir cerita, ia ditantang untuk duel dengan ahli karate di sebuah pangkalan angkatan militer, karena semua master bela diri China telah dikalahkan oleh sang ahli karate tersebut. Yip Man pun menerimanya. Mereka pun akhirnya berduel tanpa disertai aturan apapun. Duel mereka pun berlangsung dengan sengit dan sempat membuat sang master Wing Chun tergolek lemah di lantai pertempuran. Lalu bagaimana hasil akhirnya? Sayangnya saya tidak akan menceritakannya lebih lanjut ;)

Pada intinya, film ini berhasil membuat saya terkesan karena aksi sang master legendaris ini dan setiap ia berlaga, ia tak pernah mengeluarkan ekspresi marahnya ataupun kesalnya. Ia hanya memasang wajah kalem dan penuh wibawa serta menghadapi segalanya dengan tenang. 

Semoga review ini membantu kalian yang ingin mencari referensi sebelum menonton film ini yaa 😃

Viel Spaß beim Film! 😉 

Saturday, 28 December 2019

Review : Jumanji - The Next Level

JUMANJI : THE NEXT LEVEL

Jumanji : The Next Level ini merupakan sequel dari film pertamanya yang berjudul Jumanji : Welcome to the Jungle di tahun 2017. Kedua film ini merupakan versi reboot dari film Jumanji pertama pada tahun 1995. Di tahun 1995, permainan ini hanya berupa papan permainan dan dimainkan seperti papan ular tangga : ada dadu dan bidak untuk setiap pemainnya. Sedangkan pada versi reboot nya, permainan ini beralih wujud menjadi berupa video game yang bernama Jumanji dan setiap karakter game mewakili setiap pemainnya dengan keahlian khusus yang dimiliki masing-masing karakternya.

Namun satu hal yang pasti adalah permainan Jumanji membawakan sensasi nyata pada pemainnya. Pada versi pertama yang berupa papan permainan, segala hal yang berada di dalam permainan lah yang muncul di kehidupan nyata. Tetapi di versi kedua ini, justru para pemain lah yang memasuki dunia Jumanji dan berubah menjadi karakter game masing- masing. Pada dasarnya, Jumanji adalah sebuah permainan yang mengambil setting tempat di sebuah hutan belantara beserta hewan-hewan buas di luar nalar yang hidup di dalamnya. 

Saya sarankan untuk menonton film Jumanji versi pertama yaitu yang dirilis pada tahun 1995 dan film pertamanya yang dirilis di tahun 2017 untuk memahami esensi permainan dan jalur ceritanya agar tidak bingung saat menonton film ini.

-----------------------------------Spoiler-Alarm--------------------------------




Oke, so, ich beginne mit der Übersicht dieses Film ;)

Pada mulanya, dikisahkan Spencer muda, yang diperankan oleh Alex Wolff, yang merasa galau karena hubungannya dengan Martha, yang diperankan Morgan Turner, semakin tidak jelas. Kemudian, untuk mengisi kebingungan hatinya, ia terpikir untuk mencari konsol gim Jumanji  yang sudah ia dan teman-temannya hancurkan di film sebelumnya. Ia pun mencarinya di ruang bawah tanah dan meskipun dapat menemukannya, ia harus memperbaiki gim tersebut. Meski ia sudah berusaha keras untuk memperbaikinya, namun tiba-tiba ia terhisap ke dalam gim tanpa bisa memilih terlebih dahulu karakter gim yang akan ia mainkan. 

Pada saat yang sama, teman-temannya mengadakan pertemuan di sebuah kafe dan semuanya bertanya-tanya kemana gerangan si Spencer ini. Martha sudah berkali-kali menghubunginya akan tetapi tidak ada jawaban dari Spencer. Akhirnya mereka semua memutuskan untuk pergi ke rumah Spencer, untuk memastikan keadaannya.

Setelah sampai di rumah Spencer, ternyata teman bisnis kakek Spencer, Milo, dan kakek Spencer, Edie, sedang berbincang-bincang di dapur. Pintu rumah pun dibukakan oleh Milo dan semua teman Spencer dipersilakan masuk. 

Kemudian, semua teman Spencer mendengar irama dentuman khas Jumanji dan langsung bergegas ke ruang bawah tanah. Martha menemukan telepon genggam Spencer tergeletak di satu meja di sana dan mereka semua pun yakin kalau Spencer telah kembali ke dalam dunia Jumanji.

Martha akhirnya berinisiatif untuk menyelamatkan Spencer dengan masuk ke dalam dunia Jumanji  lagi dan satu temannya, Bethany, pun menyetujuinya, sedangkan Fridge enggan memasuki dunia itu lagi. Meski begitu, Martha menghidupkan kembali gim tersebut, namun tiba-tiba mereka semua, kecuali Bethany, terhisap ke dalam gim tanpa bisa memilih karakter mereka terlebih dahulu. Dan tanpa sengaja, Edie dan Milo pun ikut terhisap ke dalamnya.

Tubuh Ruby Roundhouse diisi kembali oleh Martha, sedangkan tubuh Smolder Bravestone diisi oleh kakek Spencer, yaitu Edie, dan Milo memasuki tubuh Mouse Finbar. Dan kali ini, Fridge memasuki tubuh Profesor Shelly Oberon

Dalam versi ini, mereka tidak akan berpetualang di dalam hutan saja. Akan tetapi, mereka juga akan berpetualang di tengah-tengah padang pasir dan tebing salju, Serta Spencer pun akan mengisi tubuh salah satu karakter wanita baru berkebangsaan Asia. Pada intinya, mereka berpetualang melalui rintangan-rintangan yang lebih sulit dibandingkan level Jumanji sebelumnya.

Berhubung film ini masih diputar di bioskop saat ini, jadi saya tidak akan membeberkan seluruh cerita pada film ini. Namun naskah film yang digarap kembali oleh Jeff Pinker dan Scott Rosenberg serta dibantu dengan sutradara Jake Kasdan ini menyuguhkan cerita yang lebih bagus dan tak tertebak serta terkesan lebih tidak dipaksakan. Dan saya jamin, kalian akan tertawa terbahak-bahak di sepanjang film ini karena kalian akan disuguhkan adegan serta dialog yang sangat lucu 😆

Ich wünsche euch viel spaß beim Film! 😉

Friday, 27 December 2019

Review : Habibie & Ainun 3


REVIEW : HABIBIE & AINUN 3

   

Film ini merupakan film ketiga seri film Habibie & Ainun. Bila Rudy Habibie mengisahkan Habibie muda, maka Habibie & Ainun 3 ini mengisahkan Ainun muda. Begitu banyak kisah inspiratif dan kalimat yang sangat menginspirasi kita semua dan patut kita contoh serta kita petik dari ketiga film ini. 

Film garapan sutradara Hanung Bramantyo ini merupakan film bergenre drama biopik yang berfokus pada kehidupan muda Ainun, dari ketika beliau masih kecil hingga saat beliau menempuh pendidikan kedokteran di salah satu universitas ternama di Indonesia.

Hasri Ainun Besari atau yang lebih kita kenal dengan sebutan ibu Ainun, kali ini diperankan oleh Maudy Ayunda. Maudy menggantikan Bunga Citra Lestari yang pada film pertama telah memerankan tokoh ibu Ainun. Yang menariknya adalah ada satu tokoh baru yang muncul pada film ini. Ia adalah seseorang yang mewarnai pengalaman cinta ibu Ainun di masa mudanya, lebih tepatnya yaitu pada saat beliau menempuh pendidikan di universitas. Dan tokoh tersebut diperankan oleh aktor tampan Indonesia yang bernama Jefri Nichol.

Di dalam film ini juga, Melly Goeslaw kembali menyumbangkan lagunya yang berjudul “Kamu dan Kenangan”. Lagu tersebut dinyanyikan oleh sang pemeran utama dalam film ini, Maudy Ayunda. Maudy adalah seorang penyanyi muda berbakat dan ternyata ia pun adalah seorang aktris berbakat karena ia dapat memerankan tokoh bersejarah ini dengan baik.

Menurut saya pribadi, film ketiga ini sangat menyentuh hati saya sehingga bila dibandingkan dengan kedua film sebelumnya, film ini lah yang berhasil membuat saya berlinang airmata. Hal itu bukan karena kisahnya yang menyedihkan, akan tetapi hal itu lebih dikarenakan begitu indahnya kisah ini disampaikan.
Bukan berarti kedua film sebelumnya tidak bagus. Tapi setiap film dalam seri ini memiliki ciri khasnya masing-masing. Setiap filmnya memberi kesan yang berbeda pada saya namun kesan yang diberikan sangatlah mendalam. Sehingga saya bisa mengatakan bahwa seri film Habibie & Ainun ini merupakan seri film Indonesia terbaik yang pernah saya tonton.

----------------------------------- Spoiler-Alarm --------------------------------




Kisah ini dimulai ketika ibu Ainun kecil dan keluarganya yang berjuang untuk hidup di tengah suasana mencekam saat masa penjajahan Jepang dahulu kala. Ibunda ibu Ainun kala itu berprofesi sebagai bidan dan senantiasa membantu wanita di sekitarnya untuk melahirkan di tengah keadaan genting. Di kala ibu Ainun masih berusia belia pun, beliau kerap kali membantu ibundanya dalam proses persalinan bagaikan asistennya. Peristiwa ini pula yang membuat Ainun kecil pada saat itu berkeinginan untuk menjadi dokter.

Di dalam film ini, kisah Ainun diceritakan oleh pak Habibie kepada anak cucunya, sehingga lebih terkesan seperti flashback.



Tibalah kisah Ainun pada masa ketika beliau duduk di bangku SMA. Seperti yang kita ketahui, ibu Ainun dan pak Habibie sama-sama duduk di bangku SMA yang sama, yaitu di SMAK Dago Bandung. Ainun remaja dikisahkan sebagai seorang gadis pemberani dan tanpa disangka beliau bisa mengobati temannya yang terluka dengan sangat baik saat bertanding dalam cabang olahraga kasti. Bahkan karena keberaniannya pula, beliau menggantikan posisi temannya itu di dalam pertandingan.

Kemudian, di saat kelulusannya tiba, beliau bertekad akan meneruskan pendidikannya di Fakultas Kedokteran di Universitas Indonesia. Meskipun wanita dianggap tidak mampu menjadi dokter pada masa itu, beliau bertekad untuk tetap mewujudkan cita-citanya untuk menjadi dokter. Hal itu tidak menyurutkan tekadnya, namun sebaliknya, beliau termotivasi untuk membuktikan bahwa stereotype tersebut tidak benar adanya. Dan hal itu pun terbukti 😊



Masa-masa kehidupan kampus pun dimulai. Beliau merupakan salah satu dari beberapa mahasiswi yang memilih jalur kedokteran dan merupakan mahasiswi dari sekian banyaknya mahasiswa kedokteran di Universitas Indonesia. Beliau juga merupakan mahasiswi yang terkenal cerdas dan berani di kampusnya sehingga hal itu pula lah yang menyebabkan beliau sangat terkenal terutama di kalangan para mahasiswa. Bahkan saking dikaguminya sosok ibu Ainun muda, para mahasiswa ini membentuk satu komunitas bagi para pengagum rahasia beliau.



Suatu ketika, Ainun bertemu dengan sosok Ahmad, yang diperankan oleh Jefri Nichol, saat beliau sedang berjalan di lorong kampus. Dari sanalah keduanya berkenalan dan nampaknya Ahmad pun sudah mendengar mengenai komunitas penggemar rahasia Ainun dan juga tentunya mengenai Ainun. Perlu diketahui bahwa sosok Ahmad ini lah yang pernah mengisi hati ibu Ainun dan berperan dalam pengalaman asmara ibu Ainun di masa mudanya.

Ahmad merupakan mahasiswa jurusan hukum yang sama-sama menempuh pendidikan di Universitas Indonesia. Selama menjadi kekasih ibu Ainun, Ahmad selalu menjaga dan melindungi ibu Ainun dalam situasi dan kondisi apapun. Bahkan ia juga sempat melamar ibu Ainun dan ibu Ainun pun menerimanya. Dan ternyata, Ahmad juga memiliki talenta di salah satu jenis beladiri dan merupakan anak dari seorang dokter yang juga salah satu profesor yang mengajar di kelas ibu Ainun.

Namun, pada akhir kisah, mereka harus dipisahkan oleh ideologi yang berbeda. Di kala ibu Ainun selalu mencintai bangsa dan negara Indonesia, bagaimanapun kondisi dan situasinya, Ahmad malah hendak membawa ibu Ainun pergi dari Indonesia karena ia sudah tidak tahan lagi dengan karakter bangsa Indonesia yang melihat segala sesuatunya secara negatif.

Akhir kisah asmara mereka memang sangat memilukan, namun hal itu ibu Ainun jadikan pelajaran hidup dan hal itu juga merupakan keputusan yang terbaik bagi mereka agar mereka bisa menjalani hidup mereka dengan lebih bebas, mengikuti ideologi masing-masing.

Dalam film ini, ada kutipan yang diucapkan pak Habibie yang cukup membuat saya berpikir, yaitu :

“Tidak peduli ganteng atau tidak, yang terpenting adalah satu frekuensi.” (Kira-kira begitu yang diucapkan pak Habibie).

Kutipan tersebut memang benar adanya. Dalam mencari pasangan atau bahkan cinta sejati, yang terpenting adalah memiliki frekuensi yang sama. Maksudnya adalah ia harus memiliki prinsip dan tujuan hidup yang sama dengan kita. Sehingga, seperti yang dikatakan pak Habibie pula,bahwa cinta bukanlah ketika memandang satu sama lain, melainkan ketika sama-sama memandang ke luar ke arah yang sama.

Jangan khawatir kalau-kalau kamu berpikir akan menangis sepanjang film ini diputar, karena di dalam film ini juga ada beberapa adegan yang akan membuat kamu tertawa dan bahkan mungkin akan baper akan sosok Ahmad😝

Friday, 20 December 2019

Puisi : Sendu

Sendu

Pandangan yang berubah 
Tak ada penjelasan
Perasaan yang gundah
Muncul tanpa alasan

Langit suram dan buram
Mengiringi rasa tak tentu arah
Hati meredup perlahan kusam 
Tak tahu kemana harus mengarah

Dari mana lagi ku harus mencari
Sumber mata air yang harus kutemui
Hilang akal perlahan menghampiri
Akankah berhasil mengelabui?