Showing posts with label Fantasy. Show all posts
Showing posts with label Fantasy. Show all posts

Saturday, 28 December 2019

Review : Jumanji - The Next Level

JUMANJI : THE NEXT LEVEL

Jumanji : The Next Level ini merupakan sequel dari film pertamanya yang berjudul Jumanji : Welcome to the Jungle di tahun 2017. Kedua film ini merupakan versi reboot dari film Jumanji pertama pada tahun 1995. Di tahun 1995, permainan ini hanya berupa papan permainan dan dimainkan seperti papan ular tangga : ada dadu dan bidak untuk setiap pemainnya. Sedangkan pada versi reboot nya, permainan ini beralih wujud menjadi berupa video game yang bernama Jumanji dan setiap karakter game mewakili setiap pemainnya dengan keahlian khusus yang dimiliki masing-masing karakternya.

Namun satu hal yang pasti adalah permainan Jumanji membawakan sensasi nyata pada pemainnya. Pada versi pertama yang berupa papan permainan, segala hal yang berada di dalam permainan lah yang muncul di kehidupan nyata. Tetapi di versi kedua ini, justru para pemain lah yang memasuki dunia Jumanji dan berubah menjadi karakter game masing- masing. Pada dasarnya, Jumanji adalah sebuah permainan yang mengambil setting tempat di sebuah hutan belantara beserta hewan-hewan buas di luar nalar yang hidup di dalamnya. 

Saya sarankan untuk menonton film Jumanji versi pertama yaitu yang dirilis pada tahun 1995 dan film pertamanya yang dirilis di tahun 2017 untuk memahami esensi permainan dan jalur ceritanya agar tidak bingung saat menonton film ini.

-----------------------------------Spoiler-Alarm--------------------------------




Oke, so, ich beginne mit der Übersicht dieses Film ;)

Pada mulanya, dikisahkan Spencer muda, yang diperankan oleh Alex Wolff, yang merasa galau karena hubungannya dengan Martha, yang diperankan Morgan Turner, semakin tidak jelas. Kemudian, untuk mengisi kebingungan hatinya, ia terpikir untuk mencari konsol gim Jumanji  yang sudah ia dan teman-temannya hancurkan di film sebelumnya. Ia pun mencarinya di ruang bawah tanah dan meskipun dapat menemukannya, ia harus memperbaiki gim tersebut. Meski ia sudah berusaha keras untuk memperbaikinya, namun tiba-tiba ia terhisap ke dalam gim tanpa bisa memilih terlebih dahulu karakter gim yang akan ia mainkan. 

Pada saat yang sama, teman-temannya mengadakan pertemuan di sebuah kafe dan semuanya bertanya-tanya kemana gerangan si Spencer ini. Martha sudah berkali-kali menghubunginya akan tetapi tidak ada jawaban dari Spencer. Akhirnya mereka semua memutuskan untuk pergi ke rumah Spencer, untuk memastikan keadaannya.

Setelah sampai di rumah Spencer, ternyata teman bisnis kakek Spencer, Milo, dan kakek Spencer, Edie, sedang berbincang-bincang di dapur. Pintu rumah pun dibukakan oleh Milo dan semua teman Spencer dipersilakan masuk. 

Kemudian, semua teman Spencer mendengar irama dentuman khas Jumanji dan langsung bergegas ke ruang bawah tanah. Martha menemukan telepon genggam Spencer tergeletak di satu meja di sana dan mereka semua pun yakin kalau Spencer telah kembali ke dalam dunia Jumanji.

Martha akhirnya berinisiatif untuk menyelamatkan Spencer dengan masuk ke dalam dunia Jumanji  lagi dan satu temannya, Bethany, pun menyetujuinya, sedangkan Fridge enggan memasuki dunia itu lagi. Meski begitu, Martha menghidupkan kembali gim tersebut, namun tiba-tiba mereka semua, kecuali Bethany, terhisap ke dalam gim tanpa bisa memilih karakter mereka terlebih dahulu. Dan tanpa sengaja, Edie dan Milo pun ikut terhisap ke dalamnya.

Tubuh Ruby Roundhouse diisi kembali oleh Martha, sedangkan tubuh Smolder Bravestone diisi oleh kakek Spencer, yaitu Edie, dan Milo memasuki tubuh Mouse Finbar. Dan kali ini, Fridge memasuki tubuh Profesor Shelly Oberon

Dalam versi ini, mereka tidak akan berpetualang di dalam hutan saja. Akan tetapi, mereka juga akan berpetualang di tengah-tengah padang pasir dan tebing salju, Serta Spencer pun akan mengisi tubuh salah satu karakter wanita baru berkebangsaan Asia. Pada intinya, mereka berpetualang melalui rintangan-rintangan yang lebih sulit dibandingkan level Jumanji sebelumnya.

Berhubung film ini masih diputar di bioskop saat ini, jadi saya tidak akan membeberkan seluruh cerita pada film ini. Namun naskah film yang digarap kembali oleh Jeff Pinker dan Scott Rosenberg serta dibantu dengan sutradara Jake Kasdan ini menyuguhkan cerita yang lebih bagus dan tak tertebak serta terkesan lebih tidak dipaksakan. Dan saya jamin, kalian akan tertawa terbahak-bahak di sepanjang film ini karena kalian akan disuguhkan adegan serta dialog yang sangat lucu 😆

Ich wünsche euch viel spaß beim Film! 😉

Tuesday, 14 January 2014

THE SHADOWHUNTER CHRONICLES IS SHINY!





Yang pertama terpikir oleh kamu pasti “Ugh, tebel banget sih ni buku. Males bacanya juga.” Atau mungkin juga “Covernya aja keliatannya dark, pasti serem deh, gak jadi ah.”

Yeah, honestly, maybe that’s people think when they see these books in the bookstore. But not for me. Yang pertama aku lihat di toko buku adalah The Infernal Devices : Clockwork Angel, dengan Will yang mejeng di covernya. Believe me or not, my eyes locked on him. And then, I bought it immediately.

And, benar saja, isinya sangat memuaskan. Begitu juga dengan series selanjutnya yaitu The Mortal Instruments. Cassandra Clare ga henti-hentinya membuat saya berdecak kagum.

Seri ini tidak seperti novel-novel fantasi yang sering kita jumpai dahulu. Why?

1). Complicated. Ingin begini salah, ingin begitu salah. Bagitulah yang dialami para tokoh di dalam buku ini. Hal ini sangat erat kaitannya dengan kata “sacrifice”. Menyebalkan bukan? Dan, seringkali aku pun merasa berada di dalamnya. This is why I love Cassie (Cassandra Clare), dia bisa membuat pembaca terus duduk manis sambil membaca padahal jiwanya udah ada di dalam buku *grins*.
2). Many surprises. Mungkin jika baca novel fantasi biasa, kita bisa menebak how is the ending of that. But like I said, this is different. Endingnya tidak melulu mutlak “happy ending” or “sad ending”. Ini juga yang akan membuat kamu pasti suka dengan serial ini. Seri ini memberikan pemikiran yang segar kepada pembaca.
3). Dark but tempting. Memang, suasananya lebih banyak menonjolkan sisi kegelapan. Ada shadowhunters alias pemburu bayangan, warlock, vampires, werewolves, demons, bahkan manusia dengan sifatnya yang sadis namun cerdik.  Yeah, mungkin ini kedengarannya “creepy”, tapi jangan khawatir, karena seri ini bakal membuat pembaca penasaran sampai akhir.
4). Karakter setiap tokohnya yang kuat. Ada Magnus si High Warlock of Brooklyn, ada Herondales yang sarcastic, ada Simon dan teman bandnya yang kocak, silent brothers yang banyak jaitan and creepy,  dan masih banyak lagi. Ditambah lagi ada sesuatu yang unik di sini, vampire di siang hari. Kok bisa? Ya itulah bedanya.
5). Pesan tersirat yang mengena. Masalah apa saja yang kita hadapi dengan sahabat, keluarga, atau bahkan kekasih or dalam hal ini seseorang yang kita cintai dan bagaimana kita menyelesaikannya. Setiap keputusan yang kita ambil akan memengaruhi hasilnya. Bagaimana jika kita mencintai dua orang yang berbeda dengan sama besarnya? Bagaimana jika salah satu dari orangtuamu adalah musuh dari orang-orang yang kau cintai? Bagaimana jika orang yang selama ini kau cintai ternyata mencintai orang yang baru dikenalnya? Bagaimana jika seseorang yang seharusnya kau cintai adalah musuhmu? Bagaimana jika orang yang selama ini kau cintai telah membunuh orang lainnya yang juga kau cintai? Memang banyak sekali cinta yang dibahas, tetapi cinta yang dibahas di sini adalah cinta dalam arti yang luas.
6). Smart jokes. Di buku ini juga ada momen-momen yang bisa membuat para pembaca tertawa. Ada yang mudah dimengerti dan membuat kamu tertawa secara spontan, tapi ada juga yang memerlukan kelihaian kamu untuk berpikir, jika kamu mengerti barulah kamu akan tertawa. Tapi jangan khawatir, karena di situlah asiknya.
7). Banyak unsur khas. Rune, seraph, witchlight, dark outfits. Itu baru beberapa stuffs yang sangat khas dari serial ini. Dan kebanyakan pembaca menganggapnya keren.
8). Many beautiful quotes, terutama di trilogy The Infernal Devices. Banyak pembaca yang jatuh cinta karena kutipan-kutipan di serial ini.  

Pada intinya, serial ini merupakan seri yang berkualitas karena bisa membuat pembaca sedih, tegang, tertawa, bahagia, marah. Atau bisa juga sedih dan bahagia di saat yang bersamaan. Hebat bukan?

Serial ini mengajarkan apa artinya sebuah pengorbanan, cinta, keluarga, persahabatan, merelakan seseorang yang kita cintai, dan bisa juga mengubah pandangan kita terhadap musuh atau bahkan teman. Yang menarik dari novel fantasi ini adalah meskipun ini sebuah “fantasi” tetapi di sini juga Cassie menunjukkan betapa hidup itu tidaklah simple. Banyak yang harus dipertimbangkan. Hmm, mungkin kamu masih berpikir “Wah kayaknya pusing kalo baca ini. Mana tebel.” No! Walaupun rumit, tapi seri ini sangatlah menyenangkan. You won’t regret read this! Trust me!

Sunday, 25 August 2013

PERCY JACKSON & THE OLYMPIANS : THE SEA OF MONSTERS


Kisah tentang para manusia setengah dewa yang ditulis oleh Rick Riordan dalam serial Percy Jackson & the Olympians pasti sudah sering kita dengar semenjak buku pertamanya yang berjudul The Lightning Thief diangkat ke layar lebar pada tahun 2010 yang lalu. Di film ini dikisahkan bahwa ada seorang remaja penderita disleksia bernama Percy Jackson yang sebenarnya adalah anak dari salah satu dari tiga dewa yang paling berkuasa di Olympus yaitu Poseidon, Dewa Lautan. Namun, ia tiba-tiba dituduh mencuri tongkat petir milik Zeus dan diperintahkan untuk mengembalikannya sebelum batas waktu yang ditentukan dan apabila tidak maka akan terjadilah peperangan antar dewa yang akan berdampak buruk bagi manusia di bumi. Kedua hal itu menyebabkan Percy “diungsikan” ke sebuah perkemahan khusus bernama Camp Half Blood, dimana  para anak setengah dewa, Demigods, dan para makhluk pengawalnya tinggal. Akan tetapi, ternyata yang mencuri tongkat itu adalah Luke Castellan, anak dari Dewa Hermes. Hal itu diketahui setelah Percy dan teman-temannya melalui serangakaian petualangan menuju Tartarus untuk menyelamatkan ibunya.  Luke meletakkan tongkat petir Zeus dibalik perisai yang ia berikan pada Percy sebelumnya. Tapi, pada saat Percy dan Annabeth, anak dari Dewi Athena, hendak pergi ke Olympus untuk mengembalikan tongkat itu, Percy harus berhadapan dengan Luke. Tetapi pada akhirnya, Percy berhasil mengembalikannya pada Zeus dan bertemu dengan ayahnya untuk pertama kalinya.
Pada tahun ini, tepatnya tanggal 22 Agustus 2013 di Indonesia, buku keduanya kembali diangkat ke layar lebar yaitu The Sea of Monsters. Kali ini Percy harus berhadapan dengan lawan yang lebih besar, yaitu ayah dari para tiga dewa besar, Kronos.
Berawal dikisahkan ketika benteng perlindungan Camp Half Blood telah melemah karena pohon Thalia yang selama ini berperan sebagai pelindung tempat itu telah diracuni dan mengakibatkan semua penghuni tempat itu khawatir karena semua monster yang ada di luar akan mudah masuk ke dalam perkemahan itu. Dan benar saja, seekor monster berwujud seperti banteng mesin memasuki perkemahan itu. Percy, Annabeth, seekor Satyr bernama Grover, Clarisse (putri Dewa Ares), dan Tyson (saudara tiri Percy yang seorang Cyclops dan baru saja diketahui Percy sesaat sebelumnya) berusaha untuk menghentikan ulah monster itu. Tetapi pada akhirnya Percy lah yang dapat menghancurkannya bersamaan dengan kemunculan sementara Luke Castellan. Luke menyampaikan sebuah ramalan yang nantinya akan melibatkan mereka berdua. Ia berniat untuk membangkitkan Kronos.
Setelah kejadian itu, Percy datang pada seorang arwah peramal untuk mendapatkan kejelasan dari ramalan itu. Peramal itu pun menyampaikan bahwa ramalan itu benar. Ramalan itu adalah bahwa Kronos akan bangkit kembali dan akan melakukan pembalasan dendam atas perbuatan ketiga anaknya yang telah mengirimnya ke Tartarus. Ia akan menhancurkan Olympus dan hal itu juga akan mengakibatkan kehancuran pada umat manusia. Pada nantinya, Kronos akan dibangkitkan oleh salah seorang Demigod dengan selembar Kain Wol. Namun pada akhirnya akan ada seorang Demigod yang berusaha untuk mengatasi dan mengembalikan Kronos ke Tartarus dengan pedangnya. Hal itu menjelaskan bahwa Luke dan Percy akan berhadapan nantinya.
Kemudian, dilakukanlah sebuah pencarian Kain Wol yang dipimpin oleh Clarisse. Mereka akan berlomba dengan Luke untuk menemukan Kain Wol tersebut sebelum. Namun, Percy dan teman-temannya berpisah dengan rombongan. Di tengah perjalanan, Grover diculik oleh sekumpulan Demigods pembelot yang bekerja di bawah perintah Luke yang akhirnya mengubah tujuan mereka yang kini adalah untuk menyelamatkan Grover terlebih dahulu. Percy, Annabeth, dan Tyson pergi menuju kapal milik Luke dan tidak menemukan Grover di sana. Mereka hanya melihat sebuah peti yang mana dari sanalah Kronos akan dibebaskan. Setelah melalui serangkaian perkelahian, akhirnya mereka bertiga lolos dan nasib buruk menhampiri mereka. Sekoci yang mereka ambil memasuki wilayah Monster Laut dan mereka pun tertelan. Ternyata Clarisse pun sudah ada di dalam perut Sea of Monster itu lebih dulu. Akankah mereka dapat keluar dari perut sang monster dan menemukan Kain Wol beserta teman mereka, Grover? Dan apakah ramalan itu akan benar-benar terjadi?
Film ini menurut saya cukup bagus. Kita bisa mengenal mitologi Yunani Kuno dengan cara yang lebih menyenangkan tentunya. Hampir semua pemerannya dapat memerankan tokoh mereka dengan baik. Meski karakter Luke kurang menakutkan bagi saya. Seharusnya Luke bersikap lebih mengancam tapi di sini tidak. Dan sebenarnya, menurut saya, alurnya terlalu cepat. Terutama pada saat Percy bertarung melawan Kronos. Satu tambahan lagi, bagi yang belum membaca bukunya (seperti saya), mungkin akan sedikit pusing dengan penuturan nama-nama tokoh dan kemunculan tokoh serta makhluk-makhluk mistis. Siapa dia, makhluk apa itu, dan lain sebagainya.
Eits, tapi ada juga hal baiknya. Saya masih ingat perkataan Hermes untuk Luke bahwa mungkin orangtua melakukan kesalahan akan tetapi hal itu bukanlah alasan untuk menghancurkan dunia. Seperti yang diketahui bahwa Luke memiliki dendam pada Hermes karena mengabaikannya. Lalu persaudaraan yang unik antara Percy dan Tyson. Saya menyimpulkan bahwa seburuk-buruknya keluargamu, mereka adalah keluargamu. Meski fisik Tyson aneh karena ia adalah seorang Cyclops dan kelakuannya aneh sehingga ia sering dikucilkan, namun ia sangatlah baik. Dan, jika dilihat dari sisi efek kameranya, menurut saya sangat bagus, ditambah lagi jika menonton dalam format 3D.. ^^v (ketauan nih ak nonton 3D)
Jadi, untuk film ini, mungkin saya beri nilai 3,5 dari 5.. But, menurut saya film ini cukup bagus untuk ditonton.

Tuesday, 25 June 2013

Storm by Brigid Kemmerer


Judul                : Storm (Elemental Series)
Nama pengarang   : Brigid Kemmerer
Nama penerbit     : Mizan Fantasi, PT. Mizan Publika
Nama penerjemah  : Tria Barmawi
Tahun terbit       : Mei, 2013
Cetakan            : I
Tebal buku         : 3 cm
Jumlah halaman  : 556
Bahasa             : Indonesia

STORM
(Ketika Cinta Bertemu di Tengah Pertarungan Lama Para Elemental)


Brigid lahir di Omaha, Nebraska, dan tumbuh di beberapa kota yang berbeda di seluruh Amerika Serikat karena pekerjaan orangtuanya. Dia berpindah-pindah dari Albuquerque, New Mexico, sampai ke tepian danau di Cleveland, Ohio, hingga akhirnya menetap di Annapolis, Maryland. Brigid mulai menulis saat SMA, novel pertamanya bercerita tentang empat vampir bersaudara yang menimbulkan kerusuhan di sebuah kota pinggiran. Empat vampir bersaudara itulah yang kemudian menginspirasi para cowok yang muncul dalam seri Elemental. Brigid menulis di mana saja selama ada tempat untuk duduk. Dan, novel Elemental ini diselesaikannya sambil duduk di lantai di basement  hotel tempatnya mengikuti pertemuan penulis.
Saat menulis Storm, Brigid banyak tertimpa musibah yang berhubungan dengan air--ruang bawah tanahnyayang terendam banjir sebanyak tiga kali, atapnya yang beberapa kali bocor, keran air di dapurnya yang bocor, dan beberapa bagian dinding kamar rumahnya yang sempat rusak karena rembesan air. Dan, dalam rangka menulis Spark, Brigid berusaha memastikan kalau semua alarm pemadam kebakarannya aktif karena dia akan menulis tentang cowok yang punya kemampuan mengendalikan api.
Kali ini kita akan membahas mengenai novel Brigid yang berjudul Storm. Back to fantasy novels. Novel ini cukup menarik. Banyak tokoh yang saling berhubungan di sini. Satu hal yang penting, Brigid berhasil membuat pembaca tidak bosan ketika membaca novel ini. Kita aka selalu dibuat penasaran di setiap chapternya. Supaya kamu labih mengerti lagi tentang novel ini, saya akan memberikan sinopsisnya.
Empat bersaudara Merrick memiliki anugerah empat elemen berbeda—air, angin, api,, dan tanah. Mereka selalu berusaha agar tidak mencolok dan tidak menarik perhatian para Pemandu yang setiap waktu siap membawa para pengendali elemen yang dianggap mengancam keselamatan manusia. Namun, kehadiran Tyler dan Seth, musuh keluarga Merrick, memperkeruh keadaan. Mereka terus berusaha memancing amarah Merrick bersaudara dengan alasan pembalasan dendam keluarga.
Merrick bersaudara hamper selalu bisa menghindari segala masalah, hingga saat Becca hadir di tengah pertikaian mereka. Chris yang jatuh cinta pada Becca tidak bisa lagi mengendalikan lagi kekuatannnya setiap kali dirinya harus menyelamatkan Becca. Dan, ketika Chris berusaha mengendalikan kembali kekuatannya, segalanya telah terlambat karena Sang Pemandu telah mencium kekuatan mereka.
Di awal buku, kita akan disuguhi hal-hal misterius yang membuat kita terus menebak-nebak. Siapa dia? Apa yang terjadi sebenarnya? Apa masalah mereka dengannya? Beberapa pertanyaan tadi mungkin akan terlintas di pikiran kamu. Namun, Brigid tidak terburu-buru untuk memaparkan semuanya sekaligus sehingga kita dapat menikmati perkembangan ceritanya dengan nyaman tanpa harus bingung dengan semua teka-teki di setiap chapternya.  Meski novel ini mengambil sudut pandang orang ketiga, tapi pergulatan emosi Becca dan Chris begitu nyata. Dan kisah cinta Chris dan Becca begitu unik karena mereka berdiri di tengah-tengah permusuhan dua keluarga yang pada akhirnya mengundang Pemandu untuk turun tangan.
Di sini, kita dapat mengambil pelajaran dari Merrick bersaudara. Solidaritas mereka sangat kuat meski mereka sering berkelahi, terutama dengan kakak tertua Chris, Michael. Michael selalu bersikap seperti ayah untuk adik-adknya, berharap bisa melindungi dan mengawasi mereka. Tapi, salah satu dari si kembar, Gabriel, kesal dengan sikapnya itu. Gabriel lebih pemarah dibanding kembarannya, Nick.  Dan, Chris juga terkadang terpengaruh dengan Gabriel. Mereka ingin Michael menjadi ‘kakaknya’, bukan ‘ayahnya’. Meski begitu, Michael bukanlah mengekang mereka, melainkan menjaga mereka agar tidak seperti dirinya yang pernah kehilngan kendali atas kekuatannya dan menyebabkan beberapa orang tewas. Mungkin saya akan mengutip satu kalimat di film Spiderman karena menurut saya kalimat ini pas dengan cerita di sini : Di mana ada kekuatan besar, maka di situ pun ada tanggung jawab yang besar. Kisah Merrick bersaudara ini patut dicontoh karena seburuk-buruk apapun keluargamu, mereka adalah keluargamu sendiri. Darah dagingmu.
Untuk karakter, saya akan mengambil dua tokoh untuk diambil sisi positifnya. Yang pertama adalah Becca. Becca adalah seorang gadis yang tangguh secara mental maupun fisik. Dia berani dan baik hati. Dia menyelamatkan Chris dari dua orang pemuda yang akan membunuhnya mati-matian meski ia sendiri bisa dibilang tidak mengenal Chris walaupun mereka berada di angkatan yang sama. Untuk kejadian-kejadian berikutnya, ia menjadi sering terancam bahaya dan masa lalunya yang suram bersama sang mantan pacar mulai terkuak. Semua hal itu terjadi semenjak dirinya dekat dengan Chris.
Yang kedua adalah Chris. Dia mungkin adalah pemuda idaman bagi para gadis yang menyukai keromantisan. Cintanya pada Becca begitu tulus. Dia rela mengorbankan apapun, bahkan kesenangan dan nyawanya hanya supaya Becca bahagia dan ‘hidup’. Dia rela menjauhi Becca demi keselamatannya ketika seorang Pemandu mulai mengawasi karena Becca pun ikut ditandai oleh Tyler dan Seth sebagai pengadu. Meski ia menjauh, namun ia tidak dapat untuk tidak mengawasi Becca. Dia selalu menyelamatkan Becca ketika gadis itu dalam bahaya. Hal itu menunjukkan bahwa rasa tanggung jawabnya yang begitu besar. Ia juga melakukannya kepada kakak-kakaknya meskipun tidak sebesar rasanya kepada Becca.
Di sini juga kita mendapatkan pelajaran bagaimana ketika kebohongan akan berakhir dengan hilangnya sebuah kepercayaan yang sudah dibangun dengan kokoh. Dan perlindungan yang ayah Becca berikan pada sang anak tidaklah setepat yang dipikirkannya. Bahkan hal itu membuat Becca hamper meregang nyawa jika tidak ada Chris yang menolongnya.
Kekurangan di buku ini hanyalah pada budaya barat para remaja di daerah Amerika, seperti merokok, percobaan pemerkosaan, pesta sekolah yang sangat bebas, pesta anak muda, perkelahian. Tapi semua itu masih diambang batas wajar karena itulah budaya di sana. Hanya bagaimana cara pembaca menyikapinya.

Novel ini bagus untuk dibaca, terutama bagi pecinta novel fantasi, ketika sedang merasa bosan dan memerlukan suatu cerita yang sedikit berbeda. Cerita di sini memang sedikit berbeda dengan cerita fantasi pada umumnya. Tidak rumit seperti Harry Potter karya J. K. Rowling namun tidak biasa juga. Brigid mampu mengemasnya menjadi sebuah cerita yang pas untuk dibaca di dalam situasi apapun.